KINI KINFOLK

KINI KINFOLK

KINI KINFOLK

Pilih dekorasi rumah itu kaya nyari jodoh, gampang-gampang susah. Gampang karena pilihan banyak, susah karena belum tentu cocok (baca: dia mau) pas dengan selera dan yang pasti gak nyusahin (ini PENTING!) Buat apa bibir basah, tapi hati kering..ya ga?! Dan kalo udah ketemu yang pas, rasanya kaya mimpi jadi kenyataan. Mau tau mimpi saya yang jadi kenyataan taun ini? Silahken duduk, aku cerita…

gitapanhar

gitapanhar

“daripada menuh-menuhin harddisk doang, mending di share dalam bentuk apapun itu, jadi siapa tau dompet cukup tinggal dibuka”.” 

Kebeneran bulan ini rejeki mulai memperlihatkan titik cerah, Hail 2018! Suami saya bilang, mungkin karena kaca Butong penolak bala (bad Fengshui) yang dia beli dan dengan pede-nya dipasang diatas pintu gerbang (saya pasrah…demi cinta) Tapi apapun itu, saya bersyukur paling engga dikit-dikit bisa benerin dekorasi rumah, artinya hobi bukan sekedar mimpi, dan janji janji (bukan) hanya mimpi…yesss ! Akhirnya saya putusin, buat beresin Kamar tidur dulu deh paling engga, yang paling sering diliat dan paling gampang buat ditata (baca: jadinya murah). Nanti ya dipostingan berikut saya update before-after nya, yang sekarang ikutan ngayal dulu aja yaa pake gambar hehehe.

Waktu ngumpul-ngumpulin bahan mimpi kamar idaman itu, saya secara sadar ga sadar selalu ngumpulin gaya antara Wabi-Sabi yang natural, Minimalist, Bohemian, Rustic, Scandinavian, ada lagi yang baru trend 2018 katanya: Hygge bacanya Ho-Gah itu juga menyenangkan..duh Gusti banyak amat. Suka sentuhan bohemian tapi ga mau terlalu hore, kalo minimalist aja kok rasanya dingin, lagipula mau dikemanain barang-barang suami saya yang bececeran ini…(ehem..)  Wabi-Sabi ama Rustic suka cenderung jadi kumuh…duh bingung (ngayal aja ribet! tsk).  Akhirnya, setelah beberapa hari ekplorasi demi mimpi saya ketemu yang namanya Kinfolk decor style (which takes some codes of bohemian but more refined ) gabungan antara Natural, Bohemian dan sedikit Rustic warna-warnanya juga sedikit Scandinavian…Waaaa ini, inii….!! Kata kuncinya: KEMBALI KE ALAM, SEDERHANA, VINTAGE saya suka itu! Mendekati selera saya dan dekor rumah Kebun gaya kampung yang saya punya sekarang, yang artinya ga perlu banyak direnovasi, artinya lagi dompet saya aman…COCOK!!!  

“Kata kuncinya: KEMBALI KE ALAM, SEDERHANA, VINTAGE saya suka itu!.” 

Kinfolk ini sebenernya trend dekor udah lama, mungkin awal 2011-2016 lalu, tapi ga papa rumah saya bukan majalah Fashion jadi ga perlu up-to-date 😊 yang penting sesuai dengan panggilan jiwa (apa sih..)

Yang tertarik buat tau Kinfolk itu apa, berikut saya diskripsikan yaa….

What is Kinfolk style?

Lebih dari sekedar trend, ‘kinfolk’ adalah gaya hidup yang menyanjung sebuah esensi. Pertama kali muncul di US tahun 2011 berbarengan dengan munculnya majalah dengan nama yang sama dan sekarang sepertinya mengarah pada haluan baru. Terinspirasi dengan ide “slow living” Kinfolk mengambil pendekatan kearah alam dan keramahan, yang mengutamakan kesederhanaan dan keaslian. Dan dalam interior, ini artinya desain otentik dan cerah yang banyak meminjam gaya Scandinavian dan Bohemian. Gaya ini juga menggaungkan nilai eco-responisibility melalu vintage, recycling dan kreasi DIY (aku bangeet khaaaaaaaaaan…)

Kinfolk Pin Point

  • Rustic and natural: kayu mentah, material alami, dan objek-objek handmade
  • Kunci-kunci desain Bohemian (bahkan Hipppie) tapi lebih minimalist dan versi yang lebih “sopan” : sofa dan karpet etnik ga perlu Persia juga lho ya, tanaman, light garland, lantera kecil
  • Ada sedikit sentuhan Industrialist untuk satu bagian ruangan : bata ekpos, baja, kayu mentah, furniture yang dialih-fungsikan

– Harus diingat bahwa gaya Kinfolk masih berprinsip clean dan minimalist, jangan sampai kebablasan! Semua elemen dekorasi yang ditambahkan disana sini, hanya untuk sekedar memberikan sentuhan dan karakter ruangan untuk menciptakan atmosphir alami

– Warna-warna alam, catat! Seperti gaya Scandinavian, White is the King of Kinfolk. Bersanding sempurna dengan warna-warna alami seperti beige, coklat, abu-abu dan atau pastel seperti Celadon green. Sedikit semburat warna cerah bisa dikasih lewat pilihan tekstil untuk bantal dll.

““White is the king of Kinfolk. Bersanding sempurna dengan warna-warna alami seperti Beige, coklat, abu-abu dan pastel”.” 

– Material mentah seperti, kayu, keramik, rotan, linen, katun, wool dan bulu-bulu adalah materi-materi esensial untuk menciptakan atmosphir Kinfolk dan mengingat semangat Nordic (halah)

– Tanaman. Fitur penting dalam Kinfolk adalah kembali ke alam. Pakis-pakisan, bunga liar, succulent tidak bisa dihindari, tapi harus dipake hanya sebagai highlight.

– Artisanal Craft (keren ya enggres-nya) Indonesianya: Kerajinan rakyat. Kinfolk meminjam gaya Bohemian dengan memadukan sofa etnik, macramé, tikar, rotan, bambu anyam apa aja deh yang gayanya merakyat atau kerajinan setempat.

– Vintage object. Kita bisa personalisasi interior Kinfolk pake upcycled furniture, peralatan seni, piringan hitam bekas, piring-piring vintage, cermin lapuk, lemari-lemari tua … Idenya adalah mencari keaslian dengan menambahkan benda-benda dari masa lalu dan menawarkannya kehidupan kedua.

– Home-made. Gerakan Kinfolk mendorong project-project kreatif seperti hand-made dekorasi yang unik, recycling, DIY house work is oh-so popular.

– furniture minimalis. Garis gaya Kinfolk hampir sama dengan gaya Scandinavian yang pure and simple. Hal yang sama berlaku untuk dekorasi dinding – foto black and white works perfectly!

“Kinfolk meminjam gaya Bohemian dengan memadukan sofa etnik, macramé, tikar, rotan, bambu anyam apa aja deh yang gayanya merakyat atau kerajinan setempat.” 

– Tambahkan keranjang anyaman bambo, dan rotan pada ruangan. Kita juga bisa taro selimut, majalah atau taneman juga, why not.

– Mungkin juga kotak kayu vintage, efisien dan ekonomis! Atau tangga kayu yang nempel di dinding untuk taro selimut atau apalah, multifungsi

– Untuk sprei dan sarung bantal guling, linen putih, beige atau abu-abu juaranya.

-Untuk pilihan tanaman, mungkin tanaman liar, jungle way….not welcome to the jungle juga tapi yaa…

Terakhir yang paling pasti untuk dicatat, ga seperti gaya dekorasi biasanya, Kinfolk lebih pada state of mind, a return to our roots that echoes simplicity and harmonizes with any interior, hopefuly life… Mind you, this thing is addicting. Keep your sanity close and your wallet even closer!

Nanti ya diposting hasil perjuangan dekorasi kamarnya, sekarang belanja dulu

IKEA…MAMI DAATAAAAAAAAAAAAAANG!!!

“Is state of mind, a return to our roots that echoes simplicity and harmonizes with any interior, hopefuly life.”

Spread the word

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart